Jepang Siaga Satu dengan Cadangan 254 Hari, Indonesia “Santai” di Angka 20 Hari?

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Illustrasi Selatan hormuz.

Illustrasi Selatan hormuz.

KABARIN.ID – Memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah kini menyeret dunia ke ambang ketidakpastian energi. Dua negara dengan profil industri berbeda, Jepang dan Indonesia, menunjukkan kontras tajam dalam menyikapi potensi penutupan Selat Hormuz—urat nadi minyak dunia.

​1. Jepang: “Alarm Bahaya” dari PM Sanae Takaichi

​Meskipun memiliki cadangan energi yang sanggup bertahan selama 254 hari, Pemerintah Jepang justru berada dalam posisi siaga penuh. Mengutip Mainichi, Perdana Menteri Sanae Takaichi pada 2 Maret menegaskan bahwa pemerintah memantau ketat setiap jengkal pergerakan di Selat Hormuz.

​Bagi Jepang, gangguan pada jalur ini bukan sekadar masalah kenaikan harga, melainkan ancaman eksistensial. Sebagai negara yang mengimpor lebih dari 90% energi, angka 254 hari dipandang bukan sebagai zona nyaman, melainkan hitung mundur menuju kolapsnya sistem transportasi, industri, hingga distribusi pangan nasional.

Baca Juga :  HEBOH! BRI Palopo Terancam Disita, Pengadilan Perintahkan Bayar Rp8,02 Miliar

​2. Indonesia: Strategi “Cooling Down” ala Bahlil Lahadalia

​Berbanding terbalik dengan kekhawatiran Tokyo, Jakarta justru menunjukkan sikap yang jauh lebih tenang. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa cadangan BBM nasional saat ini berada di kisaran 20 hari.

​Meski angka ini jauh di bawah ketahanan Jepang, Pemerintah Indonesia optimis bahwa konflik antara Iran, Israel, dan AS belum akan mengganggu stabilitas subsidi energi di dalam negeri dalam waktu dekat.

​”Sampai sekarang belum ada masalah berarti,” ujar Bahlil, sembari mengakui bahwa koreksi harga minyak mentah dunia adalah konsekuensi logis yang tetap harus diwaspadai.

​Mengapa Publik Harus Peduli?

​Kontras kebijakan ini memicu pertanyaan besar bagi pengamat ekonomi global:

  • Standar Keamanan: Apakah cadangan 20 hari cukup kuat jika eskalasi di Timur Tengah berlangsung berbulan-bulan?
  • Dampak Harga: Meskipun subsidi aman hari ini, volatilitas harga minyak mentah tetap membayangi biaya logistik dan harga barang pokok di pasar domestik.
  • Kemandirian Energi: Situasi ini menjadi pengingat keras bagi setiap negara untuk segera mendiversifikasi sumber energinya agar tidak “tersandera” oleh ketegangan di satu wilayah.(pw)
Baca Juga :  Darurat Pembredelan Digital! Blokir Investigasi Magdalene, SK Menkomdigi 127/2026 Dikecam sebagai 'Pasal Karet' Anti-Kritik

Berita Terkait

Tanpa Trah Pendiri di Kursi Inti, Mampukah Manajemen Baru BSDE Pertahankan Kejayaan BSD City?
Indonesia Bersiap Cetak Sejarah Dunia: Tabung CNG 3 Kg Siap Gantikan Gas Melon!
Merespons Kondisi Terkini, Gemasos Desak Pemerintah Ambil Langkah Radikal Terhadap Pengusaha Hitam dan Singapura Demi Kedaulatan Ekonomi
AS Danai Penuh Pusat MRO Hercules Kertajati, Presiden Prabowo Langsung ‘Gaspol’
“Hidup Buruh!” – Presiden Teken Aturan Baru, Perlindungan Pekerja Diperkuat di Hari Buruh 2026
Rp 5,7 Miliar untuk “Zoom”? Badan Gizi Nasional Buka Suara Soal Anggaran Fantastis Rapat Daring
HEBOH! BRI Palopo Terancam Disita, Pengadilan Perintahkan Bayar Rp8,02 Miliar
Langkah Besar Muhammadiyah: Bangun Pabrik Infus, Menuju Kemandirian Kesehatan Nasional

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:44 WIB

Tanpa Trah Pendiri di Kursi Inti, Mampukah Manajemen Baru BSDE Pertahankan Kejayaan BSD City?

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:53 WIB

Indonesia Bersiap Cetak Sejarah Dunia: Tabung CNG 3 Kg Siap Gantikan Gas Melon!

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:07 WIB

Merespons Kondisi Terkini, Gemasos Desak Pemerintah Ambil Langkah Radikal Terhadap Pengusaha Hitam dan Singapura Demi Kedaulatan Ekonomi

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:33 WIB

AS Danai Penuh Pusat MRO Hercules Kertajati, Presiden Prabowo Langsung ‘Gaspol’

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:43 WIB

“Hidup Buruh!” – Presiden Teken Aturan Baru, Perlindungan Pekerja Diperkuat di Hari Buruh 2026

Berita Terbaru