Darurat Pembredelan Digital! Blokir Investigasi Magdalene, SK Menkomdigi 127/2026 Dikecam sebagai ‘Pasal Karet’ Anti-Kritik

Jumat, 10 April 2026 - 07:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Illustrasi.

Illustrasi.

KABARIN.ID – Gelombang protes keras melanda Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) setelah serangkaian tindakan pemblokiran konten terhadap media independen Magdalene dan berbagai unggahan kritis warganet. Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Koalisi Damai, bersama sejumlah akademisi secara tegas menyebut langkah ini sebagai bentuk represi dan pembredelan digital yang nyata di era demokrasi.

Pemicu utama polemik ini adalah pemberlakuan Surat Keputusan Menteri Komdigi Nomor 127 Tahun 2026 (ditetapkan 13 Maret 2026). Aturan ini dinilai menjadi “senjata baru” pemerintah untuk membungkam suara-suara yang berseberangan dengan penguasa.

Gembok Digital pada Kebenaran

Kasus terbaru menimpa Magdalene, media siber yang fokus pada isu sosial dan gender. Konten investigasi mereka terkait perkara penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus—yang merinci keterlibatan 16 pelaku—mendadak tidak bisa diakses di Indonesia sejak awal April.

“Post not available in Indonesia. This is because we complied with a legal request from KOMDIGI to restrict this content,” demikian bunyi pesan yang muncul pada unggahan tersebut. Pembatasan ini dianggap ironis karena menyasar karya jurnalistik yang bertujuan mengungkap kebenaran dalam kasus hukum yang sensitif.

Baca Juga :  ​Kabar Gembira! Insentif PPPK Paruh Waktu Kab. Serang Cair Awal Maret, Ini Rincian Nominalnya

SK 127/2026: Aturan Karet yang Menarget Kritik

Ketua Umum AJI, Nany Afrida, menyatakan keprihatinannya atas berlakunya SK Menteri tersebut selama hampir sebulan terakhir.

“Ini peraturan karet. Siapa pun bisa kena. Harusnya pemerintah memperbaiki literasi digital masyarakat, bukan malah anti-kritik,” tegas Nany.

Senada dengan AJI, Kepala Divisi Kebebasan Berekspresi Safenet, Balqis Zakkiyah, menyoroti bahwa kebijakan ini memiliki tendensi kuat untuk mengontrol arus informasi. Selain investigasi kasus Andrie Yunus, kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dilaporkan menjadi sasaran take-down.

Ancaman bagi Demokrasi & Kebebasan Pers

Wisnu Prasetya Utomo, pakar komunikasi dari UGM, memperingatkan bahwa penggunaan frasa multitafsir seperti “konten meresahkan masyarakat” dan “mengganggu ketertiban umum” dalam SK tersebut sangatlah berbahaya.

Baca Juga :  Ratusan Siswa Keracunan & Gelombang Demo Meletus, 47 Dapur MBG Resmi Ditutup!

“Ini membuat liputan jurnalistik dan opini warga biasa bisa masuk kategori yang bisa di-take down. Ini bukan hanya menyasar kebebasan pers, tapi juga pendapat sah dalam demokrasi,” ujar Wisnu.

Desakan Pencabutan Aturan

Koalisi masyarakat sipil dan organisasi pers kini mendesak pemerintah untuk segera:

  1. Mencabut SK Menkomdigi Nomor 127 Tahun 2026 tentang informasi elektronik yang mengandung muatan disinformasi.
  2. Menghentikan segala bentuk penyensoran terhadap karya jurnalistik dan ekspresi warga yang sah.
  3. Membuka ruang dialog yang transparan terkait tata kelola ruang digital di Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komdigi, Alexander Sabar, belum memberikan respons atas permintaan klarifikasi terkait langkah pemblokiran tersebut.(pw)

Berita Terkait

AS Danai Penuh Pusat MRO Hercules Kertajati, Presiden Prabowo Langsung ‘Gaspol’
“Hidup Buruh!” – Presiden Teken Aturan Baru, Perlindungan Pekerja Diperkuat di Hari Buruh 2026
Rp 5,7 Miliar untuk “Zoom”? Badan Gizi Nasional Buka Suara Soal Anggaran Fantastis Rapat Daring
HEBOH! BRI Palopo Terancam Disita, Pengadilan Perintahkan Bayar Rp8,02 Miliar
Langkah Besar Muhammadiyah: Bangun Pabrik Infus, Menuju Kemandirian Kesehatan Nasional
Bukan Hoaks! Pemerintah Buka 35 Ribu Lowongan Jadi Pegawai BUMN Jalur Koperasi, Daftar Sekarang!
GEBRAKAN BESAR! 15 BUMN Logistik Dilebur Jadi Satu Raksasa Nasional, Target Rampung dalam 30 Hari
Jusuf Kalla Resmi Polisikan Rismon Sianipar & 4 Akun YouTube Terkait Hoaks “Dalang Ijazah Palsu”

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:33 WIB

AS Danai Penuh Pusat MRO Hercules Kertajati, Presiden Prabowo Langsung ‘Gaspol’

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:43 WIB

“Hidup Buruh!” – Presiden Teken Aturan Baru, Perlindungan Pekerja Diperkuat di Hari Buruh 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 17:28 WIB

Rp 5,7 Miliar untuk “Zoom”? Badan Gizi Nasional Buka Suara Soal Anggaran Fantastis Rapat Daring

Kamis, 23 April 2026 - 20:19 WIB

HEBOH! BRI Palopo Terancam Disita, Pengadilan Perintahkan Bayar Rp8,02 Miliar

Sabtu, 18 April 2026 - 23:43 WIB

Langkah Besar Muhammadiyah: Bangun Pabrik Infus, Menuju Kemandirian Kesehatan Nasional

Berita Terbaru