KABARIN.ID – Hubungan geopolitik antara Amerika Serikat, Spanyol, dan Amerika Latin memasuki babak baru yang memanas. Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, secara terbuka menyatakan sikap konfrontatif terhadap potensi operasi militer Amerika Serikat (AS) yang menyasar Kuba. Spanyol dengan tegas menyatakan menolak keras segala bentuk intervensi militer di kawasan Amerika Latin.
Pernyataan berskala besar ini disampaikan Albares dalam wawancara eksklusif bersama Financial Times, menanggapi spekulasi terkait opsi militer yang kemungkinan diambil oleh Washington terhadap Havana.
“Kami tidak menerima intervensi militer di negara-negara Amerika Latin. Bagi kami, Amerika Latin jauh melampaui sekadar kebijakan luar negeri Spanyol,” ujar Albares dengan nada tegas.
Albares menambahkan bahwa hubungan antara Spanyol dan negara-negara di kawasan tersebut bukanlah sekadar diplomasi biasa, melainkan hubungan darah dan sejarah.
“Itu adalah negara-negara yang memiliki ikatan persaudaraan dengan kami. Kami tidak melihat mereka sebagai negara asing.”
Kuba Siap Angkat Senjata
Sikap pasang badan dari Madrid ini muncul menyusul pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Kuba pada Mei lalu. Havana telah menegaskan ke dunia internasional bahwa rakyat dan militer Kuba siap membela diri habis-habisan jika terjadi agresi atau serangan fisik dari pihak luar.
Sanksi Ekonomi AS Cekik Rakyat Kuba
Ketegangan ini dipicu oleh eskalasi tekanan politik dan ekonomi yang masif dari Washington dalam beberapa bulan terakhir.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah menandatangani perintah eksekutif kontroversial yang:
- Memberlakukan tarif impor tinggi bagi negara-negara pemasok minyak ke Kuba.
- Menetapkan Status Darurat Nasional dengan klaim bahwa Kuba merupakan ancaman nyata bagi keamanan nasional AS.
Dampak dari kebijakan “cekikan ekonomi” ini telah memicu krisis kemanusiaan di Kuba. Blokade energi tersebut memperburuk kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) akut yang langsung melumpuhkan sektor-sektor vital rakyat sipil, termasuk:
- Krisis energi & listrik (pemadaman massal)
- Lumpuhnya transportasi umum
- Ancaman kelaparan akibat terhambatnya produksi pangan
- Gangguan fatal pada fasilitas layanan kesehatan dan pendidikan.
Langkah berani Spanyol ini diprediksi akan mengubah peta dukungan diplomasi di Uni Eropa dan memperlebar jarak antara Madrid dan Washington terkait isu kedaulatan Amerika Latin.(pee)









