Praka Rico Pramudia, Prajurit TNI Keempat yang Tewas Akibat Serangan Tank Israel di Lebanon

Sabtu, 25 April 2026 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABARIN.ID – Duka mendalam kembali menyelimuti tanah air dan misi perdamaian dunia. Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, anggota Satgas UNIFIL asal Indonesia, dinyatakan meninggal dunia setelah berjuang melewati masa kritis akibat luka tembak dari tank Israel di Lebanon Selatan.

Praka Rico (31) menjadi prajurit TNI keempat yang gugur di tengah meningkatnya tensi konflik di wilayah perbatasan Lebanon-Israel, membuktikan besarnya risiko yang dihadapi “Pasukan Garuda” demi menjaga perdamaian dunia di bawah bendera PBB.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan resmi dari UNIFIL, insiden tragis tersebut terjadi di pangkalan UNIFIL yang berlokasi di Adchit Al Qusayr. Praka Rico mengalami luka berat saat tank Israel melepaskan tembakan yang mengenai area sekitar pangkalan pada 29 Maret lalu.

Baca Juga :  150 Siswi Tewas Akibat Rudal AS di Iran, China Kecam Keras Pelanggaran Batas Moral Kemanusiaan!

Setelah sempat mendapatkan perawatan intensif dan berada dalam kondisi kritis selama beberapa hari di sebuah rumah sakit di Beirut, nyawa prajurit muda ini tidak dapat tertolong.

Pernyataan Keras UNIFIL

Markas besar UNIFIL di Lebanon menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan Pemerintah Indonesia. Melalui akun resminya, UNIFIL mengeluarkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang bertikai.

“Kami menuntut semua pihak untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan memastikan keselamatan serta keamanan personel dan aset PBB setiap saat,” tulis UNIFIL melalui akun X resminya.

Penghormatan Terakhir untuk Pahlawan Perdamaian

Gugurnya Praka Rico Pramudia menambah daftar panjang pengorbanan TNI dalam misi internasional. Sebagai prajurit keempat yang tewas dalam misi ini, peristiwa tersebut memicu gelombang simpati dan kemarahan publik di media sosial, mendesak perlindungan yang lebih kuat bagi pasukan perdamaian yang bertugas di zona merah.

Baca Juga :  "Jangan Coba-Coba Tantang AS!" – Trump Kirim Pesan Mematikan Pasca Serangan Gabungan ke Iran

Jenazah almarhum rencananya akan dipulangkan ke Indonesia untuk dimakamkan dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas jasa-jasanya mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Selamat jalan, Praka Rico Pramudia. Tunai sudah janji bakti.

(pw)

Berita Terkait

Ketegangan Global Memanas: Spanyol Pasang Badan untuk Kuba, Tegas Tolak Intervensi Militer AS!
Aksi Brutal Aparat Belanda Jatuhkan Wanita Hamil Memicu Gelombang Kemarahan Internasional
Estafet Kuliner Legendaris: Sederhana Resmi Ekspansi ke Singapura, Tempati Lokasi Eks Warong Nasi Pariaman di Kampong Glam
Paus Leo XIV Kecam Keras Ancaman ‘Kiamat’ Trump terhadap Iran: “Secara Moral Tidak Dapat Diterima!”
Dunia Bernapas Lega! Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Minggu dengan Iran Setelah Ancaman ‘Kiamat’ Peradaban
Haus Energi! AS dan Tiongkok Habiskan 35 Juta Barel Minyak Tiap Hari, Indonesia Masuk Daftar Konsumen Besar!
150 Siswi Tewas Akibat Rudal AS di Iran, China Kecam Keras Pelanggaran Batas Moral Kemanusiaan!
“Mafia Digital Berusia 20-an”: Polisi Internasional Ringkus Gembong BreachForums, Dalang di Balik Peretasan Ticketmaster & AT&T

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:59 WIB

Ketegangan Global Memanas: Spanyol Pasang Badan untuk Kuba, Tegas Tolak Intervensi Militer AS!

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:52 WIB

Aksi Brutal Aparat Belanda Jatuhkan Wanita Hamil Memicu Gelombang Kemarahan Internasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:08 WIB

Estafet Kuliner Legendaris: Sederhana Resmi Ekspansi ke Singapura, Tempati Lokasi Eks Warong Nasi Pariaman di Kampong Glam

Sabtu, 25 April 2026 - 17:36 WIB

Praka Rico Pramudia, Prajurit TNI Keempat yang Tewas Akibat Serangan Tank Israel di Lebanon

Rabu, 8 April 2026 - 15:07 WIB

Paus Leo XIV Kecam Keras Ancaman ‘Kiamat’ Trump terhadap Iran: “Secara Moral Tidak Dapat Diterima!”

Berita Terbaru