Krisis Kepercayaan! Makan Bergizi Gratis Tercoreng Temuan Ulat di Tangerang

Sabtu, 25 April 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Illustrasi.

Illustrasi.

KABARIN.ID – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan tajam publik. Tujuan mulia untuk meningkatkan gizi dan menekan angka stunting kini diuji oleh temuan mengejutkan di lapangan.

Seorang siswa di SMK Kabupaten Tangerang mengaku menemukan ulat dalam paket makanan MBG yang ia terima.

“Saya tidak tahu pak, tiba-tiba pas buka ada ulatnya,” ujar siswa tersebut dengan nada kaget.

Diduga Berasal dari Dapur SPPG Putri Kemuning
Paket makanan tersebut diketahui dikelola oleh dapur SPPG Putri Kemuning yang berlokasi di Desa Kemuning, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.

Temuan ini langsung memicu kekhawatiran besar di kalangan siswa dan orang tua. Program yang seharusnya menjamin kualitas gizi justru dipertanyakan dari sisi kebersihan dan keamanan pangan.

Baca Juga :  Saber Pungli Diminta Turun Tangan! Aroma Pungli Sertifikasi GPAI Tangerang Mencuat, Modus 'Uang Terima Kasih' Jadi Sorotan

“Tamparan Keras” bagi Program Nasional
Insiden ini dinilai sebagai krisis kepercayaan publik terhadap implementasi MBG di lapangan.

Bagaimana mungkin program yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan anak justru menghadirkan risiko baru?

Pihak Dapur Akui Ada Keterbatasan
Menanggapi kejadian tersebut, penanggung jawab dapur, Intan, menyatakan bahwa bahan baku selalu dipesan harian sesuai prosedur, sehingga tidak ada penyimpanan yang berpotensi menurunkan kualitas.

Sementara itu, asisten lapangan Step mengungkapkan adanya keterbatasan dalam pengawasan:

“Quality control dapur hanya dua orang, walaupun kadang dibantu relawan. Jadi mohon maaf apabila ada human error.”

Minim Pengawasan, Risiko Tinggi
Pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru: apakah standar pengawasan program sebesar MBG sudah memadai?

Baca Juga :  Bikin Merinding! Lautan Cahaya Obor dan Sholawat Bergetar di Alun-Alun Legok, Hadirkan Abuya Iim Cilongok

Dengan skala distribusi nasional, kualitas kontrol yang lemah berpotensi berdampak luas terhadap kesehatan penerima manfaat.

Desakan Evaluasi Total
Publik kini mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera melakukan:

  • Audit menyeluruh dapur penyedia MBG
  • Peningkatan standar higienitas dan kontrol kualitas
  • Transparansi dalam pengelolaan program

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait insiden tersebut.(ceng)

Berita Terkait

Bikin Bangga! Atlet Panglipur Tagar Jaya Berhasil Harumkan Nama Kecamatan Teluknaga
Koordinator Aksi SMAN 32 Kabupaten Tangerang. Mayoritas Dari Kp. Nagrog Desa Curug Wetan
Sinergi Tanpa Batas, DMG Media Grup Gandeng Mitra dan Aparat Kelapa Dua Bahagiakan Anak Yatim
Bikin Merinding! Lautan Cahaya Obor dan Sholawat Bergetar di Alun-Alun Legok, Hadirkan Abuya Iim Cilongok
GNP-TIPIKOR Desak Transparansi SMAN 32 Kabupaten Tangerang Terkait Dana ‘Kunjungan Kampus’: Jangan Sembunyi di Balik Alasan Administratif!
Disurati SATGASUS GNP-TIPIKOR, Koperasi Bersama Mandiri Akui Legalitasnya Masih Sebatas ‘Proses Pengajuan’!
Anggaran ‘Goes to Campus’ dan Bisnis Seragam SMAN 32 Kab. Tangerang Disorot, GNP Tipikor: Kepala Sekolah Jangan Sembunyi!
Penegakan Hukum Dipertaruhkan, Yandri Akan Surati Instansi Terkait Soal Dugaan Pelanggaran Perizinan Liberty KTV Bar & Club

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:21 WIB

Bikin Bangga! Atlet Panglipur Tagar Jaya Berhasil Harumkan Nama Kecamatan Teluknaga

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:49 WIB

Koordinator Aksi SMAN 32 Kabupaten Tangerang. Mayoritas Dari Kp. Nagrog Desa Curug Wetan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:03 WIB

Sinergi Tanpa Batas, DMG Media Grup Gandeng Mitra dan Aparat Kelapa Dua Bahagiakan Anak Yatim

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:57 WIB

GNP-TIPIKOR Desak Transparansi SMAN 32 Kabupaten Tangerang Terkait Dana ‘Kunjungan Kampus’: Jangan Sembunyi di Balik Alasan Administratif!

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:44 WIB

Disurati SATGASUS GNP-TIPIKOR, Koperasi Bersama Mandiri Akui Legalitasnya Masih Sebatas ‘Proses Pengajuan’!

Berita Terbaru