Eropa Angkat Senjata! E3 Siapkan Balasan Menghancurkan Atas Serangan ‘Babi Buta’ Iran

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Illustrasi.

Illustrasi.

KABARIN.ID – Situasi keamanan global berada di titik nadir setelah Perancis, Jerman, dan Inggris (E3) secara resmi menyatakan kesiapan mereka untuk mengambil tindakan militer defensif terhadap Republik Islam Iran. Langkah ini diambil menyusul eskalasi serangan rudal Iran yang kini mulai menyasar aset-aset Eropa dan negara-negara netral di kawasan Teluk.

Kecaman Keras Atas Serangan “Babi Buta”

​Dalam pernyataan bersama yang dirilis hari ini, ketiga negara mengecam keras serangan rudal Iran yang dinilai “tidak proporsional dan sembrono.” Teheran tidak lagi hanya menargetkan aset Amerika Serikat dan Israel, tetapi juga fasilitas multinasional di Irak dan kamp militer Jerman di Yordania.

​”Kami tidak akan tinggal diam melihat stabilitas kawasan dan keselamatan personel kami terancam. Tindakan Iran telah melampaui batas pertahanan diri dan kini menjadi ancaman nyata bagi keamanan internasional,” bunyi pernyataan kolektif tersebut.

Pemicu: Kematian Ali Khamenei dan Sumpah “Pembalasan Tanpa Batas”

​Ketegangan ini mencapai titik didih setelah serangan udara gabungan AS-Israel berhasil menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Teheran merespons peristiwa ini sebagai deklarasi perang terbuka.

Baca Juga :  150 Siswi Tewas Akibat Rudal AS di Iran, China Kecam Keras Pelanggaran Batas Moral Kemanusiaan!

​Laporan terbaru dari lapangan mengonfirmasi:

  • Ledakan di Berbagai Kota: Serangkaian ledakan dilaporkan terjadi di pusat-pusat strategis Timur Tengah.
  • Pembalasan Tanpa Batas: Pemerintah Iran menegaskan bahwa seluruh kepentingan Barat di kawasan kini menjadi target sah dalam operasi “Pembalasan Tanpa Batas.”
  • Mobilisasi Sekutu: E3 telah memulai koordinasi taktis tingkat tinggi dengan Pentagon dan sekutu regional untuk menyiapkan skenario terburuk jika diplomasi gagal total dalam hitungan jam ke depan.
Baca Juga :  Haus Energi! AS dan Tiongkok Habiskan 35 Juta Barel Minyak Tiap Hari, Indonesia Masuk Daftar Konsumen Besar!

Dampak Global yang Menanti

​Pasar energi dunia diperkirakan akan bereaksi keras terhadap potensi penutupan jalur maritim di Teluk. Ketiga negara Eropa tersebut mengimbau warga negaranya untuk segera meninggalkan kawasan konflik dan memperingatkan Iran bahwa setiap serangan lanjutan akan menghadapi respon kolektif yang menghancurkan.(pw)

Berita Terkait

Paus Leo XIV Kecam Keras Ancaman ‘Kiamat’ Trump terhadap Iran: “Secara Moral Tidak Dapat Diterima!”
Dunia Bernapas Lega! Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Minggu dengan Iran Setelah Ancaman ‘Kiamat’ Peradaban
Haus Energi! AS dan Tiongkok Habiskan 35 Juta Barel Minyak Tiap Hari, Indonesia Masuk Daftar Konsumen Besar!
150 Siswi Tewas Akibat Rudal AS di Iran, China Kecam Keras Pelanggaran Batas Moral Kemanusiaan!
“Mafia Digital Berusia 20-an”: Polisi Internasional Ringkus Gembong BreachForums, Dalang di Balik Peretasan Ticketmaster & AT&T
“Netanyahu Bersembunyi di Udara?”: Mantan Pejabat AS Bocorkan Situasi Israel Jauh Lebih Kritis dari Laporan Resmi
Rusia dan China Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Pembunuhan Khamenei Sebagai Pelanggaran Hukum Internasional Berat
Khamenei Tewas, Kapal Tanker Tenggelam, dan Ancaman Perang Total Global

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 15:07 WIB

Paus Leo XIV Kecam Keras Ancaman ‘Kiamat’ Trump terhadap Iran: “Secara Moral Tidak Dapat Diterima!”

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:25 WIB

Haus Energi! AS dan Tiongkok Habiskan 35 Juta Barel Minyak Tiap Hari, Indonesia Masuk Daftar Konsumen Besar!

Minggu, 15 Maret 2026 - 10:07 WIB

150 Siswi Tewas Akibat Rudal AS di Iran, China Kecam Keras Pelanggaran Batas Moral Kemanusiaan!

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:50 WIB

“Mafia Digital Berusia 20-an”: Polisi Internasional Ringkus Gembong BreachForums, Dalang di Balik Peretasan Ticketmaster & AT&T

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:56 WIB

“Netanyahu Bersembunyi di Udara?”: Mantan Pejabat AS Bocorkan Situasi Israel Jauh Lebih Kritis dari Laporan Resmi

Berita Terbaru