Bupati Pekalongan Terjaring OTT KPK di Semarang, Diduga Terkait “Permainan” Proyek Pengadaan!

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan.(ist)

Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan.(ist)

KABARIN.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang publik lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyasar kepala daerah. Pada Selasa (3/3/2026) dini hari, tim penyidik lembaga antirasuah resmi mengamankan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dalam sebuah operasi senyap di wilayah Semarang, Jawa Tengah.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa sang Bupati tidak ditangkap sendirian. Ia diringkus bersama dua orang lainnya yang merupakan lingkaran terdekatnya.

“Pada dini hari tadi, tim mengamankan tiga orang. Salah satunya adalah Bupati Pekalongan, sementara dua lainnya merupakan orang kepercayaan dan ajudan bupati,” tegas Budi dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Baca Juga :  Jepang Siaga Satu dengan Cadangan 254 Hari, Indonesia "Santai" di Angka 20 Hari?

Drama Penangkapan: Dari Semarang Menuju Jakarta
Aksi pengejaran berakhir di Semarang. Setelah diamankan, ketiganya langsung digelandang ke ibu kota untuk menjalani pemeriksaan intensif. Rombongan diketahui tiba di markas KPK sekitar pukul 10.25 WIB dengan pengawalan ketat.

Saat ini, drama penegakan hukum masih berlanjut. Tim KPK dilaporkan tengah melakukan penggeledahan dan pemeriksaan maraton terhadap sejumlah pihak di wilayah Pekalongan untuk membedah lebih dalam keterlibatan oknum lainnya.

Locus Delicti: Aroma Korupsi di Balik Proyek Pemerintah
Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa operasi ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam sektor pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. KPK kini tengah memetakan titik-titik (lokus) pengadaan mana saja yang menjadi bancakan.

Baca Juga :  Langkah Besar Muhammadiyah: Bangun Pabrik Infus, Menuju Kemandirian Kesehatan Nasional

“Dugaan korupsi kali ini berkaitan dengan pengadaan di wilayah Pemkab Pekalongan. Ada beberapa pengadaan yang kami bidik, dan tim masih terus bekerja untuk melihat lokusnya secara detail,” tambah Budi.

Peringatan Keras bagi Pihak Lain
KPK memberikan sinyal kuat bahwa daftar tersangka mungkin saja bertambah. Pencarian terhadap pihak-pihak lain yang diduga terlibat masih terus dilakukan di lapangan. Lembaga ini pun mengeluarkan peringatan tegas agar semua pihak bersikap kooperatif.

“Kami mengimbau pihak-pihak terkait lainnya agar kooperatif. Bantu proses hukum ini dengan memberikan keterangan yang jujur demi kelancaran penanganan perkara,” pungkas Budi.(pw)

Berita Terkait

AS Danai Penuh Pusat MRO Hercules Kertajati, Presiden Prabowo Langsung ‘Gaspol’
“Hidup Buruh!” – Presiden Teken Aturan Baru, Perlindungan Pekerja Diperkuat di Hari Buruh 2026
Rp 5,7 Miliar untuk “Zoom”? Badan Gizi Nasional Buka Suara Soal Anggaran Fantastis Rapat Daring
HEBOH! BRI Palopo Terancam Disita, Pengadilan Perintahkan Bayar Rp8,02 Miliar
Langkah Besar Muhammadiyah: Bangun Pabrik Infus, Menuju Kemandirian Kesehatan Nasional
Bukan Hoaks! Pemerintah Buka 35 Ribu Lowongan Jadi Pegawai BUMN Jalur Koperasi, Daftar Sekarang!
Darurat Pembredelan Digital! Blokir Investigasi Magdalene, SK Menkomdigi 127/2026 Dikecam sebagai ‘Pasal Karet’ Anti-Kritik
GEBRAKAN BESAR! 15 BUMN Logistik Dilebur Jadi Satu Raksasa Nasional, Target Rampung dalam 30 Hari

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:33 WIB

AS Danai Penuh Pusat MRO Hercules Kertajati, Presiden Prabowo Langsung ‘Gaspol’

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:43 WIB

“Hidup Buruh!” – Presiden Teken Aturan Baru, Perlindungan Pekerja Diperkuat di Hari Buruh 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 17:28 WIB

Rp 5,7 Miliar untuk “Zoom”? Badan Gizi Nasional Buka Suara Soal Anggaran Fantastis Rapat Daring

Kamis, 23 April 2026 - 20:19 WIB

HEBOH! BRI Palopo Terancam Disita, Pengadilan Perintahkan Bayar Rp8,02 Miliar

Sabtu, 18 April 2026 - 23:43 WIB

Langkah Besar Muhammadiyah: Bangun Pabrik Infus, Menuju Kemandirian Kesehatan Nasional

Berita Terbaru