Bupati Pekalongan Terjaring OTT KPK di Semarang, Diduga Terkait “Permainan” Proyek Pengadaan!

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan.(ist)

Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan.(ist)

KABARIN.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang publik lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyasar kepala daerah. Pada Selasa (3/3/2026) dini hari, tim penyidik lembaga antirasuah resmi mengamankan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dalam sebuah operasi senyap di wilayah Semarang, Jawa Tengah.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa sang Bupati tidak ditangkap sendirian. Ia diringkus bersama dua orang lainnya yang merupakan lingkaran terdekatnya.

“Pada dini hari tadi, tim mengamankan tiga orang. Salah satunya adalah Bupati Pekalongan, sementara dua lainnya merupakan orang kepercayaan dan ajudan bupati,” tegas Budi dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Baca Juga :  Jusuf Kalla Resmi Polisikan Rismon Sianipar & 4 Akun YouTube Terkait Hoaks "Dalang Ijazah Palsu"

Drama Penangkapan: Dari Semarang Menuju Jakarta
Aksi pengejaran berakhir di Semarang. Setelah diamankan, ketiganya langsung digelandang ke ibu kota untuk menjalani pemeriksaan intensif. Rombongan diketahui tiba di markas KPK sekitar pukul 10.25 WIB dengan pengawalan ketat.

Saat ini, drama penegakan hukum masih berlanjut. Tim KPK dilaporkan tengah melakukan penggeledahan dan pemeriksaan maraton terhadap sejumlah pihak di wilayah Pekalongan untuk membedah lebih dalam keterlibatan oknum lainnya.

Locus Delicti: Aroma Korupsi di Balik Proyek Pemerintah
Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa operasi ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam sektor pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. KPK kini tengah memetakan titik-titik (lokus) pengadaan mana saja yang menjadi bancakan.

Baca Juga :  Langkah Besar Muhammadiyah: Bangun Pabrik Infus, Menuju Kemandirian Kesehatan Nasional

“Dugaan korupsi kali ini berkaitan dengan pengadaan di wilayah Pemkab Pekalongan. Ada beberapa pengadaan yang kami bidik, dan tim masih terus bekerja untuk melihat lokusnya secara detail,” tambah Budi.

Peringatan Keras bagi Pihak Lain
KPK memberikan sinyal kuat bahwa daftar tersangka mungkin saja bertambah. Pencarian terhadap pihak-pihak lain yang diduga terlibat masih terus dilakukan di lapangan. Lembaga ini pun mengeluarkan peringatan tegas agar semua pihak bersikap kooperatif.

“Kami mengimbau pihak-pihak terkait lainnya agar kooperatif. Bantu proses hukum ini dengan memberikan keterangan yang jujur demi kelancaran penanganan perkara,” pungkas Budi.(pw)

Berita Terkait

Langkah Besar Muhammadiyah: Bangun Pabrik Infus, Menuju Kemandirian Kesehatan Nasional
Bukan Hoaks! Pemerintah Buka 35 Ribu Lowongan Jadi Pegawai BUMN Jalur Koperasi, Daftar Sekarang!
Darurat Pembredelan Digital! Blokir Investigasi Magdalene, SK Menkomdigi 127/2026 Dikecam sebagai ‘Pasal Karet’ Anti-Kritik
GEBRAKAN BESAR! 15 BUMN Logistik Dilebur Jadi Satu Raksasa Nasional, Target Rampung dalam 30 Hari
Jusuf Kalla Resmi Polisikan Rismon Sianipar & 4 Akun YouTube Terkait Hoaks “Dalang Ijazah Palsu”
Bukan Proyek Komersial! Dirut Agung Sedayu Temui Wagub Banten Bahas Tol Baru dan Wisata Hijau di Hutan Lindung
Viral! 70 Ribu Motor Listrik untuk Program Gizi? Nilainya Tembus Triliunan, Publik Bertanya-tanya
Jakarta-Surabaya Hanya 3 Jam: Menko AHY Sebut Perpanjangan Whoosh Bakal Ubah Peta Ekonomi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 23:43 WIB

Langkah Besar Muhammadiyah: Bangun Pabrik Infus, Menuju Kemandirian Kesehatan Nasional

Kamis, 16 April 2026 - 18:37 WIB

Bukan Hoaks! Pemerintah Buka 35 Ribu Lowongan Jadi Pegawai BUMN Jalur Koperasi, Daftar Sekarang!

Jumat, 10 April 2026 - 07:26 WIB

Darurat Pembredelan Digital! Blokir Investigasi Magdalene, SK Menkomdigi 127/2026 Dikecam sebagai ‘Pasal Karet’ Anti-Kritik

Jumat, 10 April 2026 - 07:15 WIB

GEBRAKAN BESAR! 15 BUMN Logistik Dilebur Jadi Satu Raksasa Nasional, Target Rampung dalam 30 Hari

Rabu, 8 April 2026 - 14:53 WIB

Jusuf Kalla Resmi Polisikan Rismon Sianipar & 4 Akun YouTube Terkait Hoaks “Dalang Ijazah Palsu”

Berita Terbaru