KABARIN.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan komitmen pemerintah dalam mengakselerasi konektivitas antarkota besar di Pulau Jawa. Dalam keterangannya di Istana Kepresidenan hari ini, Menko AHY menyoroti rencana besar perpanjangan rute Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) hingga mencapai Surabaya, Jawa Timur.
Proyek ambisius ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh Jakarta-Surabaya secara drastis menjadi hanya sekitar 3 jam. Saat ini, perjalanan darat maupun kereta api reguler untuk rute tersebut masih memakan waktu antara 8 hingga 10 jam.
“Kalau Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam saja lewat kereta, saya rasa ini akan mengubah peta pembangunan secara total,” ujar Menko AHY di hadapan awak media.
Perpanjangan jalur Whoosh ini, lanjut AHY, bukan semata soal kecepatan transportasi, melainkan juga bagian dari strategi pemerataan ekonomi nasional. Kehadiran jalur kereta cepat hingga Jawa Timur diyakini dapat mendorong lahirnya sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang wilayah yang dilintasi.
“Kita tidak hanya bicara efisiensi waktu bagi penumpang, tetapi bagaimana pertumbuhan ekonomi baru bisa kita hadirkan di sepanjang jalur baru tersebut. Ini adalah kunci untuk menghidupkan kawasan yang selama ini kurang terjangkau pembangunan infrastruktur berskala besar,” tambahnya.
Dari sisi teknis operasional, Menko AHY menjelaskan bahwa perpanjangan rute menuju Surabaya akan membuat performa Whoosh semakin optimal. Menurutnya, manfaat kecepatan maksimal kereta cepat akan lebih terasa apabila diterapkan pada rute jarak jauh dengan pemberhentian yang strategis.
“Kecepatan maksimal Whoosh akan lebih terasa manfaatnya jika tidak terlalu sering berhenti di stasiun yang jaraknya sebenarnya berdekatan. Jarak panjang menuju Surabaya adalah panggung yang tepat untuk membuktikan efisiensi teknologi ini,” pungkasnya.
Saat ini, pemerintah tengah melakukan kajian mendalam terkait aspek kelayakan serta skema pendanaan proyek tersebut agar implementasinya dapat memberikan dampak maksimal bagi masyarakat luas.(qtr)









