Kabar Gembira! Pemerintah Janjikan Bonus Lebaran (BHR) Ojol 2026 Lebih Baik, Cair Lebih Awal?

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Illustrasi.

Illustrasi.

KABARIN.ID – Setelah sempat diwarnai aksi protes tahun lalu akibat nominal bonus yang dianggap minim, pengemudi ojek online (ojol) kini mendapatkan angin segar. Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan bahwa para mitra pengemudi akan kembali menerima Tunjangan Hari Raya (THR) atau Bonus Hari Raya (BHR) untuk Lebaran 2026 dengan skema yang diklaim lebih baik.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar diskusi intensif dengan jajaran direksi perusahaan aplikator. Hasilnya, para raksasa platform transportasi online tersebut menyatakan komitmennya untuk memenuhi hak mitra mereka.

“Alhamdulillah respons mereka baik ya, mereka komitmen. Malah kita tentu berharap lebih baik (dari tahun lalu),” ujar Yassierli pada Rabu (25/2) sebagaimana dilaporkan oleh detikFinance.

Baca Juga :  Paus Leo XIV Kecam Keras Ancaman 'Kiamat' Trump terhadap Iran: "Secara Moral Tidak Dapat Diterima!"

BHR Diproses Lebih Cepat: Peluang Cair H-14
Satu hal yang paling menarik perhatian adalah rencana pemerintah untuk mempercepat waktu pencairan. Jika biasanya THR dibayarkan maksimal H-7 Lebaran, tahun ini Kemnaker membuka peluang pembayaran dilakukan paling lambat 14 hari (H-14) sebelum Idulfitri.

Menurut Koordinator Pelaksana Bidang Hubungan Kerja, Lisa Darti, percepatan ini mempertimbangkan kebijakan work from anywhere (WFA) yang kerap diterapkan menjelang libur panjang, sehingga diharapkan para pekerja dan mitra dapat mempersiapkan mudik lebih dini. Meski begitu, aturan dasar tetap mewajibkan perusahaan membayarkan hak pekerja maksimal H-7 sebelum hari raya.

Baca Juga :  Pemprov Jabar "Diskon" Pajak Angkutan Umum Gede-Gedenya Mulai 2026

Evaluasi dari “BHR Rp50 Ribu” Tahun Lalu
Langkah tegas pemerintah tahun ini merupakan respons atas polemik di Lebaran 2025. Saat itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, sempat menyoroti adanya aplikator yang hanya memberikan “Bantuan Hari Raya” sebesar Rp50.000—nominal yang memicu gelombang protes dari para pengemudi karena dianggap tidak manusiawi.

Saat ini, payung hukum berupa Surat Edaran (SE) sedang dikoordinasikan dengan Kementerian Sekretariat Negara untuk segera diluncurkan secara resmi.

“Tinggal nanti dalam bentuk SE-nya ataupun nanti dalam bentuk launching-nya. Nanti kita umumkan bersama-sama,” pungkas Yassierli.(wld)

Berita Terkait

AS Danai Penuh Pusat MRO Hercules Kertajati, Presiden Prabowo Langsung ‘Gaspol’
“Hidup Buruh!” – Presiden Teken Aturan Baru, Perlindungan Pekerja Diperkuat di Hari Buruh 2026
Rp 5,7 Miliar untuk “Zoom”? Badan Gizi Nasional Buka Suara Soal Anggaran Fantastis Rapat Daring
HEBOH! BRI Palopo Terancam Disita, Pengadilan Perintahkan Bayar Rp8,02 Miliar
Langkah Besar Muhammadiyah: Bangun Pabrik Infus, Menuju Kemandirian Kesehatan Nasional
Bukan Hoaks! Pemerintah Buka 35 Ribu Lowongan Jadi Pegawai BUMN Jalur Koperasi, Daftar Sekarang!
Darurat Pembredelan Digital! Blokir Investigasi Magdalene, SK Menkomdigi 127/2026 Dikecam sebagai ‘Pasal Karet’ Anti-Kritik
GEBRAKAN BESAR! 15 BUMN Logistik Dilebur Jadi Satu Raksasa Nasional, Target Rampung dalam 30 Hari

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:33 WIB

AS Danai Penuh Pusat MRO Hercules Kertajati, Presiden Prabowo Langsung ‘Gaspol’

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:43 WIB

“Hidup Buruh!” – Presiden Teken Aturan Baru, Perlindungan Pekerja Diperkuat di Hari Buruh 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 17:28 WIB

Rp 5,7 Miliar untuk “Zoom”? Badan Gizi Nasional Buka Suara Soal Anggaran Fantastis Rapat Daring

Kamis, 23 April 2026 - 20:19 WIB

HEBOH! BRI Palopo Terancam Disita, Pengadilan Perintahkan Bayar Rp8,02 Miliar

Sabtu, 18 April 2026 - 23:43 WIB

Langkah Besar Muhammadiyah: Bangun Pabrik Infus, Menuju Kemandirian Kesehatan Nasional

Berita Terbaru