Jakarta-Surabaya Hanya 3 Jam: Menko AHY Sebut Perpanjangan Whoosh Bakal Ubah Peta Ekonomi Nasional

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABARIN.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan komitmen pemerintah dalam mengakselerasi konektivitas antarkota besar di Pulau Jawa. Dalam keterangannya di Istana Kepresidenan hari ini, Menko AHY menyoroti rencana besar perpanjangan rute Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) hingga mencapai Surabaya, Jawa Timur.

Proyek ambisius ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh Jakarta-Surabaya secara drastis menjadi hanya sekitar 3 jam. Saat ini, perjalanan darat maupun kereta api reguler untuk rute tersebut masih memakan waktu antara 8 hingga 10 jam.

“Kalau Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam saja lewat kereta, saya rasa ini akan mengubah peta pembangunan secara total,” ujar Menko AHY di hadapan awak media.

Baca Juga :  Bukan Proyek Komersial! Dirut Agung Sedayu Temui Wagub Banten Bahas Tol Baru dan Wisata Hijau di Hutan Lindung

Perpanjangan jalur Whoosh ini, lanjut AHY, bukan semata soal kecepatan transportasi, melainkan juga bagian dari strategi pemerataan ekonomi nasional. Kehadiran jalur kereta cepat hingga Jawa Timur diyakini dapat mendorong lahirnya sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang wilayah yang dilintasi.

“Kita tidak hanya bicara efisiensi waktu bagi penumpang, tetapi bagaimana pertumbuhan ekonomi baru bisa kita hadirkan di sepanjang jalur baru tersebut. Ini adalah kunci untuk menghidupkan kawasan yang selama ini kurang terjangkau pembangunan infrastruktur berskala besar,” tambahnya.

Dari sisi teknis operasional, Menko AHY menjelaskan bahwa perpanjangan rute menuju Surabaya akan membuat performa Whoosh semakin optimal. Menurutnya, manfaat kecepatan maksimal kereta cepat akan lebih terasa apabila diterapkan pada rute jarak jauh dengan pemberhentian yang strategis.

Baca Juga :  GEBRAKAN BESAR! 15 BUMN Logistik Dilebur Jadi Satu Raksasa Nasional, Target Rampung dalam 30 Hari

“Kecepatan maksimal Whoosh akan lebih terasa manfaatnya jika tidak terlalu sering berhenti di stasiun yang jaraknya sebenarnya berdekatan. Jarak panjang menuju Surabaya adalah panggung yang tepat untuk membuktikan efisiensi teknologi ini,” pungkasnya.

Saat ini, pemerintah tengah melakukan kajian mendalam terkait aspek kelayakan serta skema pendanaan proyek tersebut agar implementasinya dapat memberikan dampak maksimal bagi masyarakat luas.(qtr)

Berita Terkait

Tanpa Trah Pendiri di Kursi Inti, Mampukah Manajemen Baru BSDE Pertahankan Kejayaan BSD City?
Indonesia Bersiap Cetak Sejarah Dunia: Tabung CNG 3 Kg Siap Gantikan Gas Melon!
Merespons Kondisi Terkini, Gemasos Desak Pemerintah Ambil Langkah Radikal Terhadap Pengusaha Hitam dan Singapura Demi Kedaulatan Ekonomi
AS Danai Penuh Pusat MRO Hercules Kertajati, Presiden Prabowo Langsung ‘Gaspol’
“Hidup Buruh!” – Presiden Teken Aturan Baru, Perlindungan Pekerja Diperkuat di Hari Buruh 2026
Rp 5,7 Miliar untuk “Zoom”? Badan Gizi Nasional Buka Suara Soal Anggaran Fantastis Rapat Daring
HEBOH! BRI Palopo Terancam Disita, Pengadilan Perintahkan Bayar Rp8,02 Miliar
Langkah Besar Muhammadiyah: Bangun Pabrik Infus, Menuju Kemandirian Kesehatan Nasional

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:44 WIB

Tanpa Trah Pendiri di Kursi Inti, Mampukah Manajemen Baru BSDE Pertahankan Kejayaan BSD City?

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:53 WIB

Indonesia Bersiap Cetak Sejarah Dunia: Tabung CNG 3 Kg Siap Gantikan Gas Melon!

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:33 WIB

AS Danai Penuh Pusat MRO Hercules Kertajati, Presiden Prabowo Langsung ‘Gaspol’

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:43 WIB

“Hidup Buruh!” – Presiden Teken Aturan Baru, Perlindungan Pekerja Diperkuat di Hari Buruh 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 17:28 WIB

Rp 5,7 Miliar untuk “Zoom”? Badan Gizi Nasional Buka Suara Soal Anggaran Fantastis Rapat Daring

Berita Terbaru