Tawuran Petasan Pecah di Pertigaan Telkom Mustikajaya, Warga Bekasi: “Ibadah Terganggu, Nyawa Terancam!”

Minggu, 1 Maret 2026 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar dari sosial media. (ist)

Tangkapan layar dari sosial media. (ist)

KABARIN.ID – Suasana syahdu awal Ramadan di Kecamatan Mustikajaya terusik oleh aksi anarkis sekelompok remaja. Tepat pada Minggu (1/3) sekira pukul 06.00 WIB, kawasan Pertigaan Telkom, Kelurahan Padurenan, berubah menjadi “medan perang” akibat aksi tawuran menggunakan petasan yang dilakukan oleh puluhan pemuda.

Ledakan demi ledakan keras tidak hanya memecah keheningan pagi, tetapi juga menebar teror bagi pengguna jalan dan warga sekitar yang baru saja menyelesaikan ibadah Subuh.

Tradisi Buruk yang Membahayakan

Saksi mata melaporkan sekelompok remaja saling melempar petasan dengan daya ledak tinggi di tengah jalan raya. Aksi nekat ini membuat para pengendara motor dan mobil terpaksa berhenti atau memutar balik karena takut terkena ledakan atau percikan api.

“Sangat disayangkan, ini kan bulan Ramadan. Harusnya perbanyak ibadah atau kegiatan positif, bukan malah bikin rusuh. Suara ledakannya keras sekali, sangat membahayakan orang yang mau berangkat kerja atau ke pasar,” ungkap salah seorang warga Padurenan dengan nada geram.

Warga Desak Peran Orang Tua & Patroli Aparat

Keresahan masyarakat Mustikajaya kini memuncak. Mereka khawatir jika aksi “perang petasan” ini dibiarkan, akan jatuh korban jiwa atau memicu bentrokan fisik yang lebih besar antar-kelompok.

Baca Juga :  Estafet Kuliner Legendaris: Sederhana Resmi Ekspansi ke Singapura, Tempati Lokasi Eks Warong Nasi Pariaman di Kampong Glam

Masyarakat secara terbuka melayangkan dua tuntutan utama:

  1. Pengawasan Ketat Orang Tua: Warga meminta para orang tua untuk lebih peduli terhadap keberadaan anak-anak mereka, terutama setelah waktu Sahur dan Subuh yang sering disalahgunakan untuk “balapan liar” atau tawuran.
  2. Patroli Skala Besar: Warga mendesak Polsek Mustikajaya dan Satpol PP Kota Bekasi untuk meningkatkan intensitas patroli di titik-titik rawan, terutama di sepanjang jalur Padurenan hingga Cimuning.
Baca Juga :  Keluarga Pasien Mengaku Kebingungan Soal BPJS, Tagihan Rumah Sakit Capai Puluhan Juta

Jangan Tunggu Ada Korban

“Kami ingin menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang. Jangan sampai ada rumah yang kebakaran atau orang terluka dulu baru ada tindakan tegas,” tegas warga lainnya di media sosial.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berjaga-jaga secara mandiri di sekitar lokasi untuk mencegah aksi susulan. Publik kini menanti langkah nyata dari aparat penegak hukum untuk mengembalikan kesucian dan keamanan di wilayah Bekasi.(pw)

Berita Terkait

Muncul Klaim Aset TNI AD dalam Surat BPN, Warga Rancagong Pertanyakan Legalitasnya
Keluarga Pasien Mengaku Kebingungan Soal BPJS, Tagihan Rumah Sakit Capai Puluhan Juta
Menagih Janji Polri: Krimsus Polres metro Tangerang Abaikan Atensi Kapolres Warga Lebak Wangi Kecewa
Di Tengah Harga Sembako Melejit, Desa Karang Tengah Hadirkan Paket Sembako Rp50 Ribu
Bola Panas APBDes di Kecamatan Legok Bergulir ke Kejaksaan Setelah Jalur Audiensi Mentok Jadi Ajang Seremonial 
Krisis Kepercayaan! Makan Bergizi Gratis Tercoreng Temuan Ulat di Tangerang
Pegadaian Kantor Wilayah IX Pastikan Perlindungan Nasabah Jadi Prioritas
Ambisi Aerotropolis Menggebu, Warga Nyinyir: “Jangan-Jangan Pemkot Lagi Mimpi?”

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:18 WIB

Muncul Klaim Aset TNI AD dalam Surat BPN, Warga Rancagong Pertanyakan Legalitasnya

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:00 WIB

Keluarga Pasien Mengaku Kebingungan Soal BPJS, Tagihan Rumah Sakit Capai Puluhan Juta

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:21 WIB

Menagih Janji Polri: Krimsus Polres metro Tangerang Abaikan Atensi Kapolres Warga Lebak Wangi Kecewa

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:31 WIB

Di Tengah Harga Sembako Melejit, Desa Karang Tengah Hadirkan Paket Sembako Rp50 Ribu

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:34 WIB

Bola Panas APBDes di Kecamatan Legok Bergulir ke Kejaksaan Setelah Jalur Audiensi Mentok Jadi Ajang Seremonial 

Berita Terbaru