KABARIN.ID – Sebuah data infografik terbaru mengenai konsumsi minyak mentah dunia memicu perbincangan hangat di kalangan pengamat ekonomi dan lingkungan. Data tersebut mengungkap jurang raksasa antara negara-negara adidaya dengan negara lainnya dalam hal ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Amerika Serikat (AS) masih mengukuhkan posisinya sebagai “raksasa haus energi” nomor satu di dunia, disusul ketat oleh Tiongkok di posisi kedua.
Dominasi Dua Raksasa: AS vs Tiongkok
Laporan tersebut menunjukkan angka yang fantastis. Amerika Serikat mengonsumsi sekitar 19,12 juta barel minyak per hari (mb/d). Angka ini mencerminkan masifnya sektor transportasi dan gaya hidup konsumtif energi di negeri Paman Sam.
Sementara itu, Tiongkok berada di posisi kedua dengan konsumsi 16,37 juta barel per hari. Sebagai pusat manufaktur dunia, ketergantungan Tiongkok pada minyak merupakan bahan bakar utama bagi mesin-mesin industri global yang terus berputar.
“Jika digabungkan, AS dan Tiongkok mengonsumsi lebih dari 35 juta barel per hari. Ini adalah sinyal bahwa ekonomi dunia masih sangat ‘kecanduan’ minyak di tengah kampanye energi hijau,” ungkap seorang analis energi.
India Meroket, Arab Saudi dan Rusia Membayangi
Di posisi ketiga, India menunjukkan taringnya dengan konsumsi 5,62 juta barel per hari, membuktikan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. Menyusul di belakangnya adalah dua raksasa produsen minyak yang juga merupakan konsumen besar: Arab Saudi (3,96 juta barel) dan Rusia (3,85 juta barel).
Negara Industri vs Negara Berkembang: Tantangan yang Sama
Beberapa negara industri maju seperti Jepang, Korea Selatan, Brasil, Kanada, dan Jerman tetap mencatatkan angka konsumsi tinggi demi menyokong sektor pembangkit listrik dan manufaktur mereka.
Namun, sorotan kini tertuju pada negara berkembang dengan populasi besar seperti Indonesia, Meksiko, dan Iran. Ketiga negara ini masuk dalam daftar elit konsumen minyak dunia karena kebutuhan energi yang meledak seiring pertumbuhan penduduk dan ekspansi ekonomi domestik.
Siapa Saja yang Masuk Daftar Signifikan?
Meski dalam skala yang lebih kecil dibanding AS, negara-negara berikut tetap memegang peranan kunci dalam permintaan energi global:
- Eropa: Spanyol, Italia, Inggris, Jerman.
- Asia & Pasifik: Thailand, Australia, Malaysia, Taiwan.
- Timur Tengah: Turki, Irak.
Kesimpulan: Ekonomi Besar = Haus Minyak
Infografik ini secara gamblang menggambarkan korelasi lurus antara tingkat industrialisasi suatu negara dengan konsumsi energinya. Semakin besar ekonomi dan aktivitas industrinya, semakin besar pula “dahaga” negara tersebut akan minyak bumi.
Data ini menjadi pengingat keras bagi dunia mengenai tantangan transisi energi. Di saat isu perubahan iklim semakin mendesak, ketergantungan pada jutaan barel minyak per hari menunjukkan bahwa perjalanan menuju Net Zero Emission masih sangat panjang dan terjal.(pw)









