Saber Pungli Diminta Turun Tangan! Aroma Pungli Sertifikasi GPAI Tangerang Mencuat, Modus ‘Uang Terima Kasih’ Jadi Sorotan

Kamis, 12 Maret 2026 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Illustrasi.

Illustrasi.

KABARIN.ID – Kabar miring mengguncang dunia pendidikan di Kota Tangerang. Praktik dugaan pungutan liar (pungli) dilaporkan menyasar para Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) di sejumlah kecamatan. Ironisnya, pungutan ini diduga kuat dikoordinir oleh oknum pengurus Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKGPAI) tingkat kecamatan.

Modus “Uang Kebersamaan” yang Melelahkan Guru

Berdasarkan informasi yang dihimpun, praktik ini dibungkus rapi dengan istilah halus: “Uang Kebersamaan” atau “Tanda Terima Kasih”. Dana tersebut diklaim akan disetorkan kepada oknum pegawai di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) yang membantu proses pencairan dana sertifikasi.

Padahal, secara aturan, proses pencairan dana sertifikasi adalah tugas dan fungsi resmi ASN di instansi terkait yang sudah dibayar oleh negara—bukan jasa yang harus dibeli oleh guru.

Baca Juga :  Kiamat Diplomasi! Khamenei Gugur, Iran Bersumpah Ratakan Fasilitas AS & Israel. Dunia Siaga Satu!

Tarif Berbeda, Tagihan Mengejar Hingga ke Pesan Pribadi

Besaran pungutan dilaporkan bervariasi di tiap kecamatan, namun angka yang beredar cukup fantastis bagi kantong para pendidik:

  • Guru ASN: Dipatok sekitar Rp375.000.
  • Guru THL (Tenaga Harian Lepas): Dipatok sekitar Rp275.000.

Mirisnya, penagihan dilakukan secara agresif. Instruksi setoran disebarkan melalui grup WhatsApp maupun pesan pribadi (japri) kepada guru yang belum membayar. Bahkan, guru yang masih memiliki “tunggakan” dari tahun sebelumnya dikabarkan terus ditagih hingga saat ini.

Guru Terjepit: Antara Ikhlas dan Takut

Sejumlah guru merasa keberatan namun tak berdaya. Muncul kekhawatiran jika tidak menyetor, proses administrasi atau pencairan dana sertifikasi mereka di masa depan akan dipersulit.

“Ini sangat menyedihkan. Guru agama yang mengajarkan nilai-nilai kejujuran justru diduga diperas oleh rekan sejawatnya sendiri dengan dalih uang terima kasih,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya demi keamanan.

Poin Penting Dugaan Skandal Ini:

  1. Penyalahgunaan Wewenang: Oknum KKGPAI diduga menjadi jembatan pungutan tidak resmi.
  2. Sistematis: Penagihan dilakukan secara berkala dan terdokumentasi di grup pesan singkat.
  3. Beban Ganda: Guru THL yang gajinya terbatas tetap dibebani pungutan ratusan ribu rupiah.
Baca Juga :  Viral! 70 Ribu Motor Listrik untuk Program Gizi? Nilainya Tembus Triliunan, Publik Bertanya-tanya

Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari Inspektorat Jenderal Kemenag dan Saber Pungli Polres Metro Tangerang Kota untuk mengusut tuntas siapa saja aktor di balik layar yang menikmati aliran dana “panas” dari keringat para guru agama ini.(ceng)

Berita Terkait

MUI Pagedangan Desak Penutupan Trenz Club, Tegaskan Tak Ada Ruang Diskusi Nahi Mungkar
Krisis Kepercayaan! Makan Bergizi Gratis Tercoreng Temuan Ulat di Tangerang
Heboh! Sexy Dancer di Trenz Executive Club Jadi Sorotan, Izin Dipertanyakan
Pegadaian Kantor Wilayah IX Pastikan Perlindungan Nasabah Jadi Prioritas
Ambisi Aerotropolis Menggebu, Warga Nyinyir: “Jangan-Jangan Pemkot Lagi Mimpi?”
Siap Gebrak Era Digital! Strategi Soliditas SMSI Kabupaten Tangerang Terungkap di Momen Buka Puasa Bersama
Warga Rancagong “Kepung” Kantor BPN! Bongkar Bukti Surat Rahasia Era Try Sutrisno Demi Selamatkan Tanah Rakyat
Tragedi Longsor Sampah Bantargebang: 4 Nyawa Melayang, Sopir Truk Ditemukan Meninggal di Dalam Kabin

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 23:11 WIB

MUI Pagedangan Desak Penutupan Trenz Club, Tegaskan Tak Ada Ruang Diskusi Nahi Mungkar

Sabtu, 25 April 2026 - 11:23 WIB

Krisis Kepercayaan! Makan Bergizi Gratis Tercoreng Temuan Ulat di Tangerang

Rabu, 22 April 2026 - 23:46 WIB

Heboh! Sexy Dancer di Trenz Executive Club Jadi Sorotan, Izin Dipertanyakan

Rabu, 15 April 2026 - 20:01 WIB

Pegadaian Kantor Wilayah IX Pastikan Perlindungan Nasabah Jadi Prioritas

Selasa, 7 April 2026 - 19:12 WIB

Ambisi Aerotropolis Menggebu, Warga Nyinyir: “Jangan-Jangan Pemkot Lagi Mimpi?”

Berita Terbaru