KABARIN.ID – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan tajam publik. Tujuan mulia untuk meningkatkan gizi dan menekan angka stunting kini diuji oleh temuan mengejutkan di lapangan.
Seorang siswa di SMK Kabupaten Tangerang mengaku menemukan ulat dalam paket makanan MBG yang ia terima.
“Saya tidak tahu pak, tiba-tiba pas buka ada ulatnya,” ujar siswa tersebut dengan nada kaget.
Diduga Berasal dari Dapur SPPG Putri Kemuning
Paket makanan tersebut diketahui dikelola oleh dapur SPPG Putri Kemuning yang berlokasi di Desa Kemuning, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.
Temuan ini langsung memicu kekhawatiran besar di kalangan siswa dan orang tua. Program yang seharusnya menjamin kualitas gizi justru dipertanyakan dari sisi kebersihan dan keamanan pangan.
“Tamparan Keras” bagi Program Nasional
Insiden ini dinilai sebagai krisis kepercayaan publik terhadap implementasi MBG di lapangan.
Bagaimana mungkin program yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan anak justru menghadirkan risiko baru?
Pihak Dapur Akui Ada Keterbatasan
Menanggapi kejadian tersebut, penanggung jawab dapur, Intan, menyatakan bahwa bahan baku selalu dipesan harian sesuai prosedur, sehingga tidak ada penyimpanan yang berpotensi menurunkan kualitas.
Sementara itu, asisten lapangan Step mengungkapkan adanya keterbatasan dalam pengawasan:
“Quality control dapur hanya dua orang, walaupun kadang dibantu relawan. Jadi mohon maaf apabila ada human error.”
Minim Pengawasan, Risiko Tinggi
Pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru: apakah standar pengawasan program sebesar MBG sudah memadai?
Dengan skala distribusi nasional, kualitas kontrol yang lemah berpotensi berdampak luas terhadap kesehatan penerima manfaat.
Desakan Evaluasi Total
Publik kini mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera melakukan:
- Audit menyeluruh dapur penyedia MBG
- Peningkatan standar higienitas dan kontrol kualitas
- Transparansi dalam pengelolaan program
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait insiden tersebut.(ceng)









