KABARIN.ID – Sejarah Timur Tengah berubah selamanya dalam semalam. Pemerintah Republik Islam Iran secara resmi mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader), Ayatollah Ali Khamenei, telah gugur menyusul serangan rudal gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2) pagi.
Dunia kini menahan napas saat Teheran masuk ke dalam masa transisi kekuasaan yang krusial di tengah kobaran api peperangan yang mulai menjalar ke seluruh kawasan.
Pimpinan Kolektif Ambil Alih Kekuasaan
Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Mokhber, mengumumkan bahwa sesuai dengan protokol darurat, tugas-tugas Pemimpin Tertinggi sementara akan dijalankan oleh dewan pimpinan kolektif.
“Presiden, ketua pengadilan, dan seorang anggota Dewan Wali akan menjalankan tugas Pemimpin Tertinggi di masa kekosongan jabatan ini,” tegas Mokhber sebagaimana dikutip oleh kantor berita resmi IRNA.
Detik-Detik Serangan Mematikan
Agresi militer gabungan AS-Israel dilaporkan menghantam pusat komando dan kediaman resmi Khamenei di Teheran. Serangan tersebut tidak hanya melumpuhkan infrastruktur vital, tetapi juga memakan banyak korban jiwa dari kalangan warga sipil.
Menanggapi hal tersebut, militer Iran tidak tinggal diam. Gelombang rudal balasan telah diluncurkan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat yang tersebar di Timur Tengah. Langit kawasan tersebut kini dilaporkan dipenuhi oleh lintasan proyektil dan sistem pertahanan udara yang bekerja tanpa henti.
40 Hari Berkabung & Janji “Balas Dendam Berdarah”
Pemerintah Iran telah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan meliburkan seluruh aktivitas kerja selama satu minggu ke depan. Namun, di balik suasana duka tersebut, amarah besar sedang mendidih.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bersama Angkatan Darat Iran mengeluarkan pernyataan tertulis yang sangat tajam:
“Darah Sang Pemimpin tidak akan tumpah sia-sia. Kami bersumpah akan membalas kematian ini dengan kekuatan yang akan meruntuhkan musuh-musuh Islam. Perhitungan telah dimulai.”
Dunia di Ambang Perang Besar
Jatuhnya Khamenei di tangan kekuatan asing dianggap sebagai titik balik paling berbahaya sejak Perang Dunia II. Harga minyak mentah dunia melonjak seketika, dan bursa saham global mengalami kontraksi hebat. Para pemimpin dunia kini mendesak adanya gencatan senjata segera, namun dengan gugurnya pimpinan tertinggi Iran, jalan diplomasi tampak semakin tertutup oleh debu peperangan.(pw)









