KABARIN.ID – Dunia berada di ambang eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah Rusia dan China secara resmi mengeluarkan pernyataan keras mengecam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/26). Serangan tersebut mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sebuah peristiwa yang disebut Kremlin sebagai “provokasi berbahaya yang melampaui batas.”
Rusia: “Dunia di Ambang Perang Besar”
Presiden Vladimir Putin dalam pernyataan daruratnya mengecam keras aksi tersebut. Putin menegaskan bahwa pembunuhan terhadap pemimpin tertinggi sebuah negara berdaulat bukan hanya serangan militer, tetapi penghinaan terhadap tatanan hukum internasional.
“Tindakan ini adalah pelanggaran terang-terangan terhadap piagam PBB. Menargetkan pemimpin tertinggi suatu negara di tengah ketegangan geopolitik hanya akan menyeret kawasan—dan dunia—ke dalam konflik yang tidak terkendali,” tegas Presiden Putin.
Rusia memperingatkan bahwa langkah ini berisiko memicu efek domino yang dapat menghancurkan stabilitas di Timur Tengah secara permanen.
China: Upaya Paksa “Regime Change” Tak Dapat Diterima
Senada dengan Rusia, Beijing menyatakan kemarahan diplomatik yang mendalam. Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menyebut tindakan tersebut sebagai “pembunuhan terang-terangan” (brazen assassination) yang dilakukan justru saat proses negosiasi antara Teheran dan Washington sedang berlangsung.
“China tidak dapat menerima tindakan yang memicu perubahan rezim melalui kekerasan militer. Ini adalah pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara,” ujar Wang Yi. Beijing menilai serangan ini sebagai sabotase terhadap upaya perdamaian yang selama ini dibangun dengan susah payah.
Poin Utama Krisis:
- Hukum Internasional Dilanggar: Baik Moskow maupun Beijing sepakat bahwa serangan Sabtu malam tersebut melanggar kedaulatan wilayah Iran tanpa mandat internasional yang sah.
- Negosiasi Lumpuh: Serangan terjadi di tengah-tengah jalur diplomasi Teheran-Washington, yang menurut China, membuktikan ketidaksungguhan pihak Barat dalam mencapai solusi damai.
- Risiko Perang Terbuka: Adanya kekhawatiran akan mobilisasi kekuatan militer di Selat Hormuz dan keterlibatan aktor-aktor regional lainnya dalam hitungan hari ke depan.
Dampak Global
Pasar energi dunia diprediksi akan mengalami guncangan hebat pagi ini seiring dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk. Dewan Keamanan PBB diharapkan segera mengadakan pertemuan darurat atas permintaan Rusia dan China untuk membahas konsekuensi dari serangan ini.(pw)









