KABARIN.ID – Jagat maya kembali digegerkan oleh aksi brutal yang melibatkan oknum aparat. Sebuah video kekerasan yang memperlihatkan seorang driver taksi online dianiaya secara keji di kawasan Setu, Tangerang Selatan, mendadak viral dan memicu kemarahan publik setelah diunggah ke berbagai platform media sosial.
Dalam potongan video yang beredar luas pada Rabu (4/3), terlihat adegan mencekam: korban tidak hanya dipukul dan ditendang, namun juga dibanting ke aspal dalam kondisi tangan terborgol. Puncak ketegangan terjadi saat pelaku menodongkan benda serupa pistol ke kepala korban di tengah kerumunan warga yang berusaha melerai.
Respons Cepat TNI AD
Merespons gelombang protes netizen, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengonfirmasi bahwa pelaku adalah benar oknum prajurit TNI AD. Kejadian yang dipicu oleh perselisihan senggolan kendaraan pada Minggu (1/3) tersebut kini telah ditangani secara serius.
“Oknum prajurit yang terlibat sudah diamankan sejak Senin (2/3) malam di Madenpom Jaya/1 Tangerang. Kami pastikan proses hukum berjalan transparan dan akuntabel,” tegas Brigjen TNI Donny Pramono dalam keterangan resminya.
Fakta Pistol Mainan dan Proses Hukum
Hasil pendalaman awal mengungkap fakta mengejutkan bahwa benda yang digunakan untuk mengancam korban merupakan pistol mainan berbahan kayu. Meski demikian, pihak TNI AD tidak mentoleransi aksi premanisme tersebut.
“Apabila terbukti melakukan pelanggaran, yang bersangkutan akan diproses tegas sesuai hukum dan disiplin militer. TNI AD berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat dan profesionalisme prajurit,” tambah Donny.
Saat ini, Denpom Jaya/1 Tangerang tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku, saksi-saksi, serta pengumpulan barang bukti untuk memastikan sanksi tegas bagi oknum yang mencoreng citra institusi tersebut.(pw)









