KABARIN.ID – Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan pengumuman peluncuran MBG TV, sebuah kanal siaran yang mengklaim siap mengudara di 13 provinsi dan 93 kabupaten/kota untuk mengawal program Makan Bergizi Gratis. Namun, secara mengejutkan, Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan tidak memiliki kaitan apa pun dengan kanal tersebut.
MBG TV disebut-sebut akan menyentuh wilayah strategis mulai dari Jakarta, Jawa Barat, hingga Maluku melalui layanan live streaming di laman JupnasGizi.com serta kolaborasi dengan stasiun TV lokal. Di Jawa Barat, kanal ini dikabarkan menggandeng Bandung TV, sementara wilayah Jabodetabek akan dicakup melalui jaringan CTV Banten.
Informasi ini mencuat setelah Ketua Forum Jurnalis Ketahanan Pangan Nasional dan Gizi Indonesia (Jupnas Gizi), Rival Achmad Labbaika, melakukan audiensi dengan Wakil Kepala BGN, Letjen TNI (HOR) Lodewyk Pusung, di Gedung BGN, Jakarta Pusat. Kanal ini diperkenalkan sebagai sarana edukasi literasi gizi demi mewujudkan Generasi Emas Indonesia.
Bantahan Keras dari Badan Gizi Nasional
Menanggapi viralnya kabar tersebut, pihak BGN segera memberikan klarifikasi tegas untuk menghindari kesalahpahaman publik.
“Bukan punya BGN, BGN tidak mengetahui soal MBG TV. Ini sudah saya konfirmasi ke Kepala Badan juga tidak tahu,” tegas Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, sebagaimana dikutip dari laporan Kompas.com.
Lebih lanjut, Nanik memastikan bahwa seluruh konten dan program yang ditayangkan oleh MBG TV berada di luar tanggung jawab resmi BGN. “Tidak ada kaitan apa pun dengan BGN. Kami tidak bertanggung jawab terhadap konten MBG TV,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa kemunculan kanal tersebut murni merupakan inisiatif masyarakat umum dan tidak masuk dalam struktur resmi lembaga pemerintah.
Masyarakat diimbau untuk tetap selektif dalam menerima informasi dan selalu merujuk pada kanal komunikasi resmi pemerintah terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.(wld)









