KABARIN.ID – Dunia berada di ambang eskalasi konflik yang mengerikan. Sabtu pagi ini, serangkaian ledakan dahsyat mengguncang Teheran setelah Israel meluncurkan serangan rudal besar-besaran yang menyasar titik-titik vital di ibu kota Iran.
Laporan mengejutkan menyebutkan bahwa Amerika Serikat diduga kuat turut andil dalam operasi militer ini, memicu kemarahan internasional dan spekulasi mengenai keterlibatan langsung kekuatan Barat di tanah Persia.
Asap Membubung di Dekat Istana Khamenei
Saksi mata melaporkan kepulan asap hitam pekat membubung tinggi di wilayah yang sangat sensitif, yakni di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Hingga saat ini, kondisi di dalam kompleks tersebut masih menjadi tanda tanya besar, sementara sirene bahaya terus meraung di seluruh penjuru kota.
Israel Siaga Satu: Wilayah Udara Ditutup Total
Sesaat setelah rudal meluncur, Pemerintah Israel langsung mengumumkan Keadaan Darurat Nasional dan menutup seluruh wilayah udaranya bagi penerbangan sipil. Langkah ini diambil sebagai antisipasi “serangan balik mematikan” dari Iran yang diprediksi akan mengerahkan gelombang drone dan rudal balistik dalam hitungan jam.
“Kami dalam kesiapan tertinggi. Setiap serangan balik akan dihadapi dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya,” ujar sumber militer senior Israel.
Keterlibatan AS: Operasi Bersama atau Dukungan Logistik?
Kabar keterlibatan Amerika Serikat dalam serangan Sabtu pagi ini menjadi sumbu ledak politik. Jika terbukti benar, hal ini menandai pergeseran drastis dalam dinamika konflik Timur Tengah, di mana Washington tidak lagi sekadar menjadi pendukung di balik layar, melainkan aktor aktif dalam serangan ke kedaulatan Iran.
Dunia Menahan Napas
Para pengamat geopolitik memperingatkan bahwa serangan ini bisa memicu “Perang Besar” yang melibatkan banyak negara. Harga minyak dunia dilaporkan langsung melonjak tajam sesaat setelah berita ledakan di Teheran tersiar.
Saat ini, Dewan Keamanan PBB didesak untuk segera melakukan pertemuan darurat guna mencegah terjadinya kiamat diplomasi di kawasan tersebut.(pw)









