KABARIN.ID – Setelah sempat diwarnai aksi protes tahun lalu akibat nominal bonus yang dianggap minim, pengemudi ojek online (ojol) kini mendapatkan angin segar. Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan bahwa para mitra pengemudi akan kembali menerima Tunjangan Hari Raya (THR) atau Bonus Hari Raya (BHR) untuk Lebaran 2026 dengan skema yang diklaim lebih baik.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar diskusi intensif dengan jajaran direksi perusahaan aplikator. Hasilnya, para raksasa platform transportasi online tersebut menyatakan komitmennya untuk memenuhi hak mitra mereka.
“Alhamdulillah respons mereka baik ya, mereka komitmen. Malah kita tentu berharap lebih baik (dari tahun lalu),” ujar Yassierli pada Rabu (25/2) sebagaimana dilaporkan oleh detikFinance.
BHR Diproses Lebih Cepat: Peluang Cair H-14
Satu hal yang paling menarik perhatian adalah rencana pemerintah untuk mempercepat waktu pencairan. Jika biasanya THR dibayarkan maksimal H-7 Lebaran, tahun ini Kemnaker membuka peluang pembayaran dilakukan paling lambat 14 hari (H-14) sebelum Idulfitri.
Menurut Koordinator Pelaksana Bidang Hubungan Kerja, Lisa Darti, percepatan ini mempertimbangkan kebijakan work from anywhere (WFA) yang kerap diterapkan menjelang libur panjang, sehingga diharapkan para pekerja dan mitra dapat mempersiapkan mudik lebih dini. Meski begitu, aturan dasar tetap mewajibkan perusahaan membayarkan hak pekerja maksimal H-7 sebelum hari raya.
Evaluasi dari “BHR Rp50 Ribu” Tahun Lalu
Langkah tegas pemerintah tahun ini merupakan respons atas polemik di Lebaran 2025. Saat itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, sempat menyoroti adanya aplikator yang hanya memberikan “Bantuan Hari Raya” sebesar Rp50.000—nominal yang memicu gelombang protes dari para pengemudi karena dianggap tidak manusiawi.
Saat ini, payung hukum berupa Surat Edaran (SE) sedang dikoordinasikan dengan Kementerian Sekretariat Negara untuk segera diluncurkan secara resmi.
“Tinggal nanti dalam bentuk SE-nya ataupun nanti dalam bentuk launching-nya. Nanti kita umumkan bersama-sama,” pungkas Yassierli.(wld)









