KABARIN.ID – Suasana syahdu awal Ramadan di Kecamatan Mustikajaya terusik oleh aksi anarkis sekelompok remaja. Tepat pada Minggu (1/3) sekira pukul 06.00 WIB, kawasan Pertigaan Telkom, Kelurahan Padurenan, berubah menjadi “medan perang” akibat aksi tawuran menggunakan petasan yang dilakukan oleh puluhan pemuda.
Ledakan demi ledakan keras tidak hanya memecah keheningan pagi, tetapi juga menebar teror bagi pengguna jalan dan warga sekitar yang baru saja menyelesaikan ibadah Subuh.
Tradisi Buruk yang Membahayakan
Saksi mata melaporkan sekelompok remaja saling melempar petasan dengan daya ledak tinggi di tengah jalan raya. Aksi nekat ini membuat para pengendara motor dan mobil terpaksa berhenti atau memutar balik karena takut terkena ledakan atau percikan api.
“Sangat disayangkan, ini kan bulan Ramadan. Harusnya perbanyak ibadah atau kegiatan positif, bukan malah bikin rusuh. Suara ledakannya keras sekali, sangat membahayakan orang yang mau berangkat kerja atau ke pasar,” ungkap salah seorang warga Padurenan dengan nada geram.
Warga Desak Peran Orang Tua & Patroli Aparat
Keresahan masyarakat Mustikajaya kini memuncak. Mereka khawatir jika aksi “perang petasan” ini dibiarkan, akan jatuh korban jiwa atau memicu bentrokan fisik yang lebih besar antar-kelompok.
Masyarakat secara terbuka melayangkan dua tuntutan utama:
- Pengawasan Ketat Orang Tua: Warga meminta para orang tua untuk lebih peduli terhadap keberadaan anak-anak mereka, terutama setelah waktu Sahur dan Subuh yang sering disalahgunakan untuk “balapan liar” atau tawuran.
- Patroli Skala Besar: Warga mendesak Polsek Mustikajaya dan Satpol PP Kota Bekasi untuk meningkatkan intensitas patroli di titik-titik rawan, terutama di sepanjang jalur Padurenan hingga Cimuning.
Jangan Tunggu Ada Korban
“Kami ingin menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang. Jangan sampai ada rumah yang kebakaran atau orang terluka dulu baru ada tindakan tegas,” tegas warga lainnya di media sosial.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berjaga-jaga secara mandiri di sekitar lokasi untuk mencegah aksi susulan. Publik kini menanti langkah nyata dari aparat penegak hukum untuk mengembalikan kesucian dan keamanan di wilayah Bekasi.(pw)









