KABARIN.ID – Gelombang baru penguatan pertahanan negara segera dimulai. Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI mengumumkan bahwa sebanyak 2.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) dijadwalkan mengikuti pelatihan intensif sebagai Komponen Cadangan (Komcad) mulai April 2026 mendatang.
Para “Abdi Negara” ini tidak akan lagi berada di balik meja, melainkan akan digembleng langsung oleh instruktur TNI di lima lokasi pendidikan militer bergengsi, yaitu:
- Pusdikkes (Pusat Pendidikan Kesehatan)
- Skadik 301 (Skadron Pendidikan 301)
- Pusbahasa AU (Pusat Bahasa Angkatan Udara)
- Kodam Jaya
- Pasmar 1 (Pasukan Marinir 1)
Transformasi ASN Menjadi Kekuatan Cadangan
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa para peserta akan mendapatkan pelatihan dasar kemiliteran, baik berupa materi di kelas maupun praktik lapangan selama 1,5 bulan.
“Kemhan menyediakan total kuota 4.000 orang bagi seluruh kementerian dan lembaga. Gelombang pertama akan diikuti 2.000 orang, disusul gelombang kedua dengan jumlah yang sama pada pertengahan 2026,” ungkap Brigjen TNI Rico kepada ANTARA di Jakarta, Kamis (26/2).
Antusiasme Tinggi: Ribuan ASN Sudah Mendaftar
Hingga saat ini, tercatat sudah ada 987 ASN yang resmi terdaftar untuk gelombang pertama. Angka ini diprediksi akan terus melonjak tajam mendekati hari pembukaan pelatihan di bulan April.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Pelatihan Komcad bagi ASN bertujuan untuk menanamkan disiplin tinggi, semangat juang, serta jiwa nasionalisme yang kokoh. “Kami berharap ASN memiliki semangat pengabdian yang sama kuatnya kepada masyarakat dan negara,” tambah Rico.
Partisipasi ASN dalam Komcad merupakan implementasi nyata dari sistem pertahanan semesta, di mana setiap elemen bangsa memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan NKRI.(wld)









