KABARIN.ID – Raja Yordania, Raja Abdullah II, mengeluarkan seruan tegas kepada komunitas internasional untuk melipatgandakan upaya pengiriman bantuan kemanusiaan dan pasokan obat-obatan ke Jalur Gaza tanpa batasan apa pun. Pernyataan ini menyusul kondisi kesehatan di wilayah kantong tersebut yang kian kritis.
Seruan tersebut disampaikan Raja Abdullah II saat menerima kunjungan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, di Istana Basman, Amman, Rabu (25/2). Pertemuan tingkat tinggi ini fokus membahas prioritas kesehatan nasional dan regional di tengah krisis yang berkepanjangan.
Krisis Akut: 18.500 Pasien Butuh Penanganan Khusus
Dalam pertemuan tersebut, Raja Abdullah menekankan pentingnya memperluas kemitraan antara Yordania dan WHO untuk merespons tantangan kesehatan yang semakin kompleks. Yordania selama ini dikenal sebagai jalur utama bantuan medis, termasuk melalui pengoperasian rumah sakit lapangan di Gaza.
Data yang dipaparkan Tedros mempertegas urgensi seruan sang Raja. Tercatat lebih dari 18.500 pasien di Gaza saat ini membutuhkan pengobatan medis khusus yang mustahil didapatkan di dalam wilayah tersebut karena rusaknya infrastruktur kesehatan.
Prioritas Utama: Rehabilitasi, Bukan Sekadar Evakuasi
Dirjen WHO menekankan bahwa solusi jangka panjang bukan hanya evakuasi medis, melainkan pembangunan kembali sistem kesehatan yang telah hancur.
“Sistem kesehatan Gaza sangat membutuhkan rehabilitasi dan pembangunan ulang untuk mengurangi ketergantungan pada evakuasi medis. Ini menjadi prioritas utama saat ini,” tegas Tedros dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan ini mempertegas posisi Yordania sebagai pilar penting dalam diplomasi kemanusiaan di Timur Tengah, sekaligus pengingat bagi dunia bahwa akses kesehatan adalah hak asasi yang tidak boleh dihambat oleh konflik bersenjata.
Sumber Berita : WAFA









