KABARIN.ID – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan serius terkait keamanan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporozhye (ZNPP) di tengah meningkatnya aktivitas militer. Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, menegaskan bahwa Rusia dan Ukraina harus segera bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) guna menghindari bencana yang bisa berdampak global.
“Kami mendorong Federasi Rusia dan Ukraina untuk bekerja sama secara erat dengan IAEA demi memastikan keamanan pembangkit listrik tersebut bagi kepentingan semua orang,” tegas Dujarric dalam konferensi pers pada Rabu (25/2) waktu setempat.
Ancaman Bencana Nuklir Terbesar di Eropa
Kekhawatiran ini memuncak setelah perwakilan tetap Rusia untuk PBB di Jenewa, Gennady Gatilov, melaporkan adanya penembakan yang disengaja terhadap ZNPP. Ia memperingatkan bahwa serangan tersebut berisiko memicu bencana nuklir yang tidak hanya menghancurkan wilayah konflik, tetapi juga negara-negara penyokong bantuan militer.
PLTN Zaporozhye, yang merupakan fasilitas nuklir terbesar di Eropa dengan enam unit pembangkit berkapasitas total 6 gigawatt, saat ini berada dalam status penghentian operasi sementara (cold shutdown). Meski demikian, risiko kebocoran tetap mengintai jika infrastruktur vital terus dihantam serangan.
Situasi Kritis di Lapangan
Laporan terbaru dari IAEA mengungkapkan bahwa jalur listrik cadangan Ferrosplavnaya-1 telah terputus sejak 10 Februari lalu, diduga kuat akibat aktivitas militer di area sekitar Energodar. Hal ini memicu kekhawatiran akan sistem pendinginan reaktor yang bergantung pada pasokan listrik stabil.
Di sisi lain, Kepala Rosatom Alexey Likhachev menyatakan bahwa pihaknya tengah berdiskusi dengan IAEA mengenai kemungkinan gencatan senjata lokal. Langkah ini diambil guna memberikan ruang bagi tim teknis untuk melakukan perbaikan mendesak pada fasilitas yang berada di bawah kendali Rusia sejak Oktober 2022 tersebut.
PBB menyatakan bahwa sejak awal konflik, keamanan fasilitas nuklir selalu menjadi prioritas utama. Dunia kini menunggu langkah konkret dari kedua belah pihak untuk menjauhkan senjata dari instalasi atom sebelum terlambat.
Sumber Berita : Sputnik/RIA Novosti









