KABARIN.ID – Setelah satu bulan berada di ambang Perang Dunia III, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan gencatan senjata selama 14 hari dengan Republik Islam Iran. Keputusan ini diambil hanya beberapa jam setelah Trump melontarkan ancaman mengerikan untuk “mengakhiri seluruh peradaban” Iran.
Gencatan senjata dua arah ini tercapai melalui mediasi krusial dari Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dan Marsekal Lapangan Asim Munir. Kesepakatan ini memberikan jeda bagi kawasan Timur Tengah yang membara sejak tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan udara AS-Israel pada akhir Februari lalu.
Syarat Mutlak: Buka Selat Hormuz!
Dalam pernyataan resminya melalui akun X Gedung Putih, Presiden Trump menegaskan bahwa penundaan serangan ini memiliki syarat tunggal yang tidak bisa dinegosiasikan.
“Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu, dengan syarat Iran menyetujui pembukaan penuh, segera, dan aman atas Selat Hormuz,” tegas Trump. Ia menambahkan bahwa kekuatan destruktif yang sedianya dikirim malam ini telah ditarik mundur demi memberi ruang bagi jalur diplomasi.
Kronologi Ketegangan: Dari ‘Zaman Batu’ ke Meja Perundingan
Konflik yang pecah sejak 28 Februari 2026 ini telah mengubah peta geopolitik dunia secara radikal. Berikut adalah perjalanan dramatis pernyataan Trump selama krisis berlangsung:
- 1 Maret: Trump mengonfirmasi kematian Ali Khamenei dan menyebutnya sebagai “salah satu orang paling jahat dalam sejarah.”
- 9 Maret: Klaim kemenangan awal, menyebut militer Iran telah “lumpuh” tanpa angkatan laut dan udara.
- 20 Maret: Ketegangan diplomatik memuncak saat Trump menyindir sekutu NATO sebagai “Macan Kertas” dan “Pengecut” karena enggan membantu pengamanan Selat Hormuz.
- 31 Maret – 2 April: Eskalasi ancaman mencapai titik nadir. Trump mengancam akan membakar sumur minyak Iran dan membawa negara tersebut kembali ke “Zaman Batu.”
- 7 April: Trump memperingatkan bahwa “seluruh peradaban akan mati malam ini,” memicu kepanikan global sebelum akhirnya setuju berdialog.
Proposal 10 Poin: Harapan Perdamaian Jangka Panjang
Meskipun hubungan kedua negara berada di titik terendah, Trump mengungkapkan adanya titik terang. AS telah menerima Proposal 10 Poin dari pemerintahan baru Iran di bawah Mojtaba Khamenei yang dianggap sebagai dasar negosiasi yang masuk akal.
“Kita sudah sangat dekat dengan kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang di Timur Tengah. Periode dua minggu ini akan memungkinkan kesepakatan tersebut diselesaikan secara total,” ujar Trump optimis.
Langkah ini menandai perubahan haluan yang revolusioner dari kebijakan “perubahan rezim” menjadi negosiasi langsung. Dunia kini menanti apakah gencatan senjata 14 hari ini akan menjadi awal dari perdamaian abadi atau sekadar ketenangan sebelum badai yang lebih besar.








