KABARIN.ID – Tragedi kemanusiaan yang memilukan mengguncang dunia internasional. Sebanyak 150 siswi dilaporkan tewas dalam serangan udara yang menghantam sebuah sekolah dasar perempuan di Minab, Iran. Insiden ini memicu gelombang kecaman global, terutama dari China, yang menyebut serangan tersebut telah melampaui batas nurani manusia.
China Beri Bantuan Darurat dan Kecam Pelanggaran Hukum Internasional
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam pernyataan resminya menyampaikan duka mendalam bagi rakyat Iran. China menegaskan bahwa fasilitas sipil, terutama sekolah, seharusnya menjadi zona suci yang terlindungi dari konflik bersenjata.
“China menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya para siswa. Menyerang sekolah dan melukai anak-anak merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional serta melampaui batas moral dan nurani kemanusiaan,” tegas Guo sebagaimana dikutip dari Xinhua.
Sebagai bentuk solidaritas nyata, Red Cross Society of China telah mengucurkan bantuan darurat sebesar US$200.000 (sekitar Rp3,1 Miliar) kepada Iranian Red Crescent Society untuk percepatan penanganan medis dan bantuan kemanusiaan di lokasi kejadian.
Skandal Intelijen AS: Benarkah Salah Target karena Data Usang?
Di sisi lain, tekanan internasional kini mengarah tajam ke Washington. Berdasarkan penyelidikan awal yang tengah berlangsung, serangan rudal mematikan tersebut diduga kuat dilakukan oleh militer Amerika Serikat (AS).
Laporan menunjukkan adanya indikasi fatal dalam penentuan target: penggunaan data intelijen yang sudah usang. Pejabat militer AS dilaporkan membidik sasaran berdasarkan informasi kedaluwarsa, yang secara tragis justru mengarahkan rudal ke sekolah perempuan di Minab.
Bukti Video: Hantaman Rudal Tomahawk di Sekolah
Meski hasil final penyelidikan militer belum diumumkan, bukti-bukti di lapangan mulai mengemuka. Rekaman video yang viral di media sosial memperlihatkan detik-detik mengerikan saat objek yang diidentifikasi oleh para ahli sebagai Tomahawk Missile menghantam bangunan sekolah, mengubah tempat belajar menjadi puing-puing duka.
Ketegangan Global Memuncak
Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Iran dengan Israel dan AS. Posisi China yang terang-terangan mendukung Iran dalam situasi sulit ini diprediksi akan semakin memperuncing peta persaingan kekuatan besar dunia.
China menyatakan kesiapannya untuk terus berdiri di samping Iran guna membantu rakyat setempat melewati krisis kemanusiaan ini. Sementara itu, dunia kini menunggu pertanggungjawaban resmi dari Gedung Putih atas hilangnya nyawa 150 anak tak berdosa tersebut.(red)









